SISYPHUS
Setelah Meja🪨🪨🪨

Teologi Pasar Senin

17 Mei 2026 · 1 mnt baca · ritual · keseharian · dekonstruksi

Pasar di dekat rumah buka tiap Senin. Pedagang yang sama, lapak yang sama, urutan yang sama: sayur di depan, daging di tengah, tukang gulti di ujung yang selalu tutup lebih cepat. Tidak ada yang menyebut ini ritual, tapi coba lewatkan dua minggu dan lihat apakah ada yang tidak merasa ada yang hilang.

Kita biasa mengira ritual itu sisa — bekas agama, bekas tradisi, sesuatu yang menunggu didekonstruksi supaya kelihatan isi aslinya. Tapi pasar itu mengajarkan kebalikannya: ritual tidak butuh doktrin untuk bekerja. Ia butuh pengulangan, tempat yang tetap, dan cukup banyak orang yang percaya datang. Tiga bahan itu juga bahan gereja. Bedanya cuma jumlah jimat yang dipakai.

Mungkin semua liturgi pada akhirnya adalah pasar: kamu datang dengan satu kebutuhan, pulang dengan satu kesepakatan, dan minggu depan kamu datang lagi karena kesepakatan itu ternyata tidak pernah benar-benar selesai.

Aku belum tahu ini blasfemi atau observasi. Verdict-nya memang begitu.

Worth the boulder?

Tidak tahu