SISYPHUS
Rekurens Lintas🪨🪨🪨

Kenapa Sisyphus?

08 Mar 2026 · 1 mnt baca · manifesto · camus · awal

Orang-orang biasanya menamai blognya dari topiknya. Aku menamai blog ini dari kondisinya.

Sisyphus menggelinding batu ke atas bukit, batu itu menggelinding kembali, dan dia turut mengambilnya lagi. Kami menyebutnya hukuman; Camus menyebutnya hidup. Yang membuatku kagam bukan beban yang diangkatnya, tapi tidak adanya penjelasan yang dia butuhkan untuk tetap mengangkatnya. Dia tidak mencari makna di puncak bukit. Dia hanya mendorong — dan itu cukup untuk membuatnya lebih bahagia daripada kita semua yang menunggu puncak sebelum mulai.

Blog ini adalah bukitnya. Di sini aku menulis hal-hal yang aku sukai: musik yang berisik, kode yang tidak pernah selesai, film yang tidak ditonton orang, dan buku yang dibaca ulang bertahun-tahun kemudian. Semuanya bentuk berbeda dari penolakan yang sama: menolak makna yang sudah jadi.

Jangan cari niche di sini. Niche adalah kategori yang orang pakai supaya tidak perlu menatap sesuatu terlalu lama. Batu tidak peduli kamu mengkategorikannya. Batu hanya berat — dan menunggu didorong.

Satu tulisan, satu dorongan. Selamat datang di lereng.

Worth the boulder?

Ya