SISYPHUS
Setelah Meja🪨🪨🪨🪨

Puasa Berita

03 Agu 2026 · 1 mnt baca · perhatian · puasa · berita

Tiga puluh hari tanpa berita. Bukan diet — puasa: penangguhan yang disengaja, untuk alasan yang tidak sepenuhnya rasional, dengan durasi yang disepakati di muka.

Minggu pertama, gejala-gejala klasiknya muncul: tangan mencari aplikasi yang kuhapus, jempol menggeser layar ke arah yang sudah tidak ada isinya. Ternyata kecanduan berita bukan tentang informasi — tentang gerakan. Tubuh sudah hafal ritmenya dan protes saat ritme itu dicabut.

Minggu kedua, hal yang tidak kuduga: tidak ada satu pun keputusan penting yang tertunda karena ketidaktahuan. Semua yang benar-benar membutuhkan tahu akan datang sendiri lewat orang — berita sejati itu menular lewat percakapan, bukan lewat segar. Sisanya adalah kategori yang aneh kalau diperhatikan: informasi yang membuat kamu merasa terhubung tanpa pernah membuat kamu bisa bertindak.

Minggu ketiga, perhatian mulai punya sisa. Dibaca ulang satu buku yang dulu tidak selesai. Perhatian ternyata bukan bakat — dia anggaran, dan selama ini aku membelanjakannya di stand berita yang menjual kegelisahan harian.

Yang membuat ini puasa dan bukan sekadar berhenti: aku tidak menganggap berita itu dosa. Cuma sadar bahwa setiap hari yang kutempuh tanpa menagih dunia untuk kabar, hari itu milikku sepenuhnya. Tiga puluh hari habis. Aku tetap melanjutkan — dengan syarat yang sama: boleh kapan pun berhenti.

Worth the boulder?

Ya